Minggu, 30 September 2012

Kenapa Cewek Matre

 

Hmm…ok. Kata-kata matre di atas agak terlalu jelek konotasinya ya. Gimana kalau kita ganti jadi, kemapanan? Jadi kenapa cewek suka cowok mapan gitu? Mapan loh ya bukan tampan. Dalam artian duit di bank, di dompet, harta bergerak dan harta tak bergerak sama menggunungnya. Huwoh. Jadi kenapa cewek-cewek suka sama cowok-cowok ini sih? Berikut ini jawaban dari beberapa cewek yang ditemui oleh MBDC.

Secara Evolusi Memang Begitu…(Susi, 24 tahun, mahasiswi S2 Mikrobiologi, calon cum laude)

Bah, alasan macam apa ini? Tapi konon emang begitu bro, cewek secara fisiologis dipersiapkan untuk menyiapkan kehidupan berikutnya, manusia baru. Jadi dia butuh keamanan dalam kehidupan supaya dia bisa memberikan keamanan yang sama untuk calon bayi di rahimnya. Hamil 9 bulan dan melahirkan itu kan sangat butuh usaha dan gak bisa sembarangan tinggal di got bisa. Bahkan secara DNA, informasi mengenai kenapa perempuan itu sangat insecure dengan kehidupannya sudah tercetak….beeeeeeeeep.

Cewek kan Keperluannya Banyak…(Bunga, 26 tahun, Interpreter Prancis-Indonesia, alergi bau ketek dan ketombe)

Ini sering jadi pembenaran nih. Tapi namanya juga pembenaran, paling gak ada 30 persen kata benar disitu. Keperluan cewek emang banyak. Bayangin, cuma buat rambut aja, gak bisa cuma shampoo, harus ada conditioner, vitamin, masker rambut. Itu buat sehari-hari. Dua minggu sekali harus creambath, trim ujung rambut. Dua bulan sekali ganti warna rambut. Belum ekstra salon kalo kondangan. Itu baru rambut. Sampe ujung kaki lebih rumpi lagi keperluannya. Makanya harus ada yang bayarin atau paling gak patungan bayarin.

Cewek kan Lemah Fisiknya.. (Gadis, 25 tahun, pegawai bank, mantan pacarnya lebih dari 10)

Masak jalan kaki sih kemana-mana? Kalau betisnya jadi gede gimana? Keringetan bau ketek, kena polusi ntar jerawatan, terus kulit jadi item. Kalau naik angkutan umum, ntar digodain mamang-mamang, belum copet berkeliaran sama tukang grepe grepe. Kalau naik motor terus ntar masuk angin, terus kan jadi gak bisa pake rok atau dress kembang-kembang yang lucu. Udah paling bener tuh kalau naik mobil. Dijemput, disetirin. Jadi kakinya gak pegel. Apalagi kalau gak usah mikirin bensin sama tol.

Supaya Bisa Konsen Ngurus Anak di Rumah…(Tini, 23 tahun, baru lulus kuliah, siap nikah)

Karena pada fitrahnya memang demikian, dari jaman Homo Wajakensis, perempuan di rumah jaga anak dan jaga tungku, sementara laki-laki di luar untuk berburu. Terserah deh feminis mau teriak teriak soal kesetaraan gender dan bahwa perempuan harus bekerja dan gak boleh menggantungkan diri sama laki-laki. Nah kalau anak kamu ntar lebih sayang sama pembantu gimana? Terus suami kamu juga ikut-ikutan lebih sayang pembantu karena lebih bisa ngurus anak gimana?

Karena Cinta Gak Bikin Kenyang…(Dona, 27 tahun, penyiar radio, realis)

Emangnya cinta seluas samudera dan tampang yang rupawan serta bodi kotak kotak bisa ngasih sandang pangan papan? Bayar tagihan listrik, telepon, internet asuransi, investasi emas, bensin? Jalan-jalan ke luar kota minimal setaun dua kali? Ke luar negeri minimal setaun sekali? Duduk-duduk ngopi di mal? Nonton bioskop? Hah? Bisa gak? Duit emang bukan segalanya, tapi hampir segalanya bisa dibeli sama duit.
Yah gitu deh. Jangan marahin kita dong untuk alasan-alasan diatas. Kan kita cuma naro opini masyarakat. Ini semua adalah suara rakyat. Kalau kamu gak setuju dan punya pendapat lain silakan share di comments ya. Mari.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3