Pasang Iklan Gratis
Blog Jasa Pasang Iklan Gratis berbasis Blogspot. Langsung tampil Tanpa daftar Tanpa biaya. Mengatasi masalah Anda untuk mempercepat perkembagan jaringan bisnis Anda
Promosi Properti Murah
Media jual beli rumah, tanah dan properti. Info Rumah Dijual, Rumah Disewa,Rumah Murah, iklan jual beli Rumah, Rumah Cluster. Pasang iklan rumah gratis. Terbuka bagi agen properti dan siapa saja
IKLAN BARIS. MOBIL
Jual Mobil Bekas Terdekat Di Area Anda, Cek Sekarang Disini! Harga, Spek Lengkap merek,harga. Ratusan Listing Mobil bekas disini! MOBIL / MOTOR KOMPONEN / AKSESORIS · FOTO VIDEO. IKLAN BARIS. MOBIL; MOTOR. Semua, Audi, BMW, Chevrolet, Chrysler, Daihatsu, Ford, Honda ...
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Oktober 2012
7 Tips Efektif Untuk Tetap Fokus Saat Menulis Artikel Blog
Blogging, bagaimanapun, meski hanya sebagai hobi ataupun profesi yang ditekuni dengan serius, membutuhkan fokus tinggi untuk memastikan berbagai hal seperti misalnya kualitas konten, traffic, dan bahkan upaya meningkatkan pendapatan. Akan tetapi, dalam perjalanan memastikan semua pekerjaan tersebut berjalan lancar, ada saja "halangan" yang ditemui, dan kebanyakan adalah konteks sosialisasi diri dimana kini kita semua telah menjadi netizen yang begitu lazim berurusan dengan social media, mulai dari SMS yang sering masuk, Facebook, Twitter, dsb hingga ibu yang marah-marah karena anda belum mencuci piring sehabis makan! Haha, yang terakhir cuma becanda aja. :p
Tentu saja, hal utama dalam Blogging adalah menulis (to blog), dan sudah pasti menulis membutuhkan komitmen dan fokus yang sangat tinggi. Tahu tidak, apa rahasia yang dibutuhkan oleh artikel yang sobat posting di blog? Hanya ada dua! Yang pertama adalah konsep mengenai bagaimana artikel sobat bisa menarik traffic, dan yang kedua adalah.... Konsentrasi! Yang terakhir ini bukan main-main efeknya. Meski dipandang sepele, tapi konsentrasi menentukan hasil akhir. Semakin sobat fokus, semakin "Joss" artikel yang dibuat.
Salah satu alasan saya menulis artikel ini tentunya adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi. Ternyata eh ternyata, betapa susahnya menjaga fokus dan konsentrasi itu. Adaaaa saja "halangannya". Ada ratusan, bahkan ribuan hal yang dapat memecah konsentrasi saat menulis. Ujung-ujungnya: penundaan dan pembatalan menulis artikel posting menjadi konsekuensi yang menyebalkan. Akhirnya saya harus menyusun siasat demi siasat untuk segera "menghancurkan" halangan-halangan itu. Dan tahu tidak? Halangan-halangan itu sebenarnya adalah hal sepele, namun saking kita anggap sepelenya, kita jarang memperhatikan dan mengaturnya sedemikian rupa. Selain sebagai sebuah tips ringan, posting ini juga saya tulis sebagai penyegar setelah kita berkutat dengan kode demi kode yang kadang bikin mata burem dan kepala nyot-nyotan. Benar tidak sih faktor-faktor berikut ini menjadi penghalang? Dan sekaligus berikut tips-tips yang saya rangkum dalam 7 poin. Here we go!
Tentu ini bukan hal baru, mematikan nada dering telepon adalah etika tidak tertulis ketika anda sedang kuliah, mengajar, belajar, rapat, dan bahkan saat sholat Jum'at! Telah terbukti bahwa nada dering telepon/sms dapat membuyarkan konsentrasi, tidak hanya pemiliknya sendiri, tapi juga semua orang yang mendengarnya. Nah betapa etisnya juga jika sobat menerapkan hal yang sama ketika menulis blog. Jika menulis blog adalah sebuah kebutuhan dan pekerjaan, maka sudah barang tentu mematikan nada dering HP adalah salah satu etika pribadi. Bahkan bagi saya pribadi, mematikan nada dering saja tidak cukup, suara getarnya "Zeeebbb.....Zzzzeeeebbb...." cukup menggangu telinga dan fokus juga. Apalagi jika menulis pas tengah malam, hmmmppfff... kadang bikin kuduk juga merinding! (Apa hubungannya??!!!)
Bertanggungjawab terhadap suara panggilan telepon atau SMS memang penting, tapi sobat harus bisa membuat komitmen pribadi untuk bisa menentukan prioritas mana yang lebih penting. Misalnya, jika melakukan cek SMS adalah prioritas kedua, maka selesaikan dulu menulis blog. Menulis adalah pekerjaan yang sangat penting jika sobat mengaku sebagai blogger.
Tuing! Tiba-tiba angka notifikasi Facebook nongol di tab window Facebook yang masih terbuka. Mau tidak mau, ketika menulis artikel blog, notifikasi itu terlihat juga. Otomatis fokus menjadi terpecah. Lalu, di antara keinginan untuk melanjutkan proses menulis atau menengok notifikasi itu pun menjadi perang batin... "Hmmmm... jangan-jangan 'si dia' habis komen di statusku, ya? Duh, penasaran...." Setelah itu, aktivitas menulis blog seketika berubah menjadi menulis puluhan komen berturut-turut.... Selesai sudah. Batal, or at least.. ditunda. Besok ah...
Saya sendiri sering menjadi "korban" social media seperti contoh di atas. Aktivitas sepele seperti saling berkomentar di Facebook, tweet, retweet, dll ternyata memakan waktu yang banyak, dan, yang paling esensial, mampu merusak fokus, konsentrasi dan bahkan mood. Jika sobat sudah membuat komitmen dan target untuk menerbitkan posting pada jam tertentu, maka semua bisa buyar gara-gara hal tersebut. Selain itu, kualitas artikel tidak akan sama lagi karena ide atau gagasan bisa lenyap atau berubah seketika jika ada gangguan fokus. So, boikot social media ketika menulis posting!! kalo perlu sekalian demo aja! (Kidding...).
Tab-tab dalam window browser masing-masing adalah dunia yang berbeda bagi sobat. Pastikan window atau tab yang terbuka berkaitan dengan urusan menulis posting, misalnya post editor, Google, halaman yang kita jadikan referensi, dan sejenisnya. Selain itu, tutup!
Email sebenarnya bukan alat komunikasi instan dan live. Artinya, kita bisa membuka atau mengecek email ketika kita punya waktu yang tepat. Tapi biasanya sebagai blogger, yang tidak pernah terpisah dari dunia online dan internet, melakukan checking email menjadi pekerjaan rutin yang tak mungkin dilewatkan. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh.... Apalagi jika pakai aplikasi notifikasi email, hmmm... bakal sibuk tuh mata ngeliatnya. Dan biasanya pula, email menjadi alat komunikasi penting, dimana hubungan antar personal biasanya lebih formal dan mengandung kepentingan tinggi. Ketika buka email, jreeennnggg.. terbaca subjek... "Mau Pasang Iklan".... Langsung saja, tanpa ancang-ancang, membuka email tersebut, menuliskan ketentuan iklan, jenis iklan, biaya iklan, dan seterusnya secara panjang lebar. Bahkan posting yang ditulis tadi baru dapat satu paragraf, eh email yang ditulis sudah mencapai 5 paragraf. Batal lagi nulis postingnya. Hmmmm....
Meskipun saya belum pernah melakukannya, tapi saya sering melihat teman kerja saya suka sekali chatting melalui YM di sela-sela waktu kerja. Menjaga komunikasi dengan orang tercinta adalah hal penting, tapi bukan berarti harus pada waktu dimana kita sudah berkomitmen untuk melakukan pekerjaan penting. Sepertinya bukan hal yang bisa dimaklumi jika kita melayani orang yang sedang berada di rumah saja dan mencari hiburan melalui temannya, sedangkan kita sendiri sebenarnya sedang sibuk bekerja dan "mengadu nasib". Kesalahan siapa? Tentu saja kesalahan kita, karena kita memberi peluang kepada dia, sedangkan sebenarnya kita sedang tidak dalam kondisi yang sama. Hubungannya dengan blogging? Jelas, berbicara bukan dalam konteks hal yang sedang dikerjakan, baik melalui teknologi maupun secara langsung adalah hal yang tidak akan mendukung penyelesaian pekerjaan. So, sssstttt... diam dan fokus.
Planning, membuat rencana atau schedule, jadwal, adalah hal yang bagi saya pribadi merupakan hal penting. Meskipun sampai saat ini, menepati "janji" yang dibuat sendiri ini adalah hal yang beratnya minta ampun. "Hidup macam apaaa, jika tidak ada planning... oh..." (agak lebay dikit ah...). Tapi memang benar.... Menentukan jadwal dan jam tertentu pada setiap aktivitas yang kita lakukan akan membuat hidup lebih tertata. Hari ini, jam berapa saya berangkat kuliah? Sampe jam berapa? Main ke tempat pacar, jam? Trus nulis artikel blog jam berapa? Selesai dan diterbitkan jam berapa? Abis itu, mari Facebookaaan.....
Merasa penat, pegal, bosan, encok, atau puyeng (asal bukan asam urat) adalah hal biasa ketika kita sedang melakukan pekerjaan yang membutuhkan intensitas tinggi. Nah, sekarang ketika semua hal berbau mobile, tentu sobat bisa membawa pekerjaan kemana-mana. Jika sobat butuh udara segar, bawa laptop ke tepi kali... udara sejuk akan membantu mengembalikan konsentrasi dan mengangkat mood kembali. Pada awal-awal saya melakukan pekerjaan menulis, menghabiskan 2 atau 3 gelas kopi adalah hal penting. Kita kadang butuh penyegar agar menjaga suatu aktivitas berjalan lancar dan efisien, dengan syarat penyegar tersebut tidak memecah konsentrasi kita.
Tidak ada seorang pun yang dapat menjadi motivator terbaik saat sobat sedang berurusan dengan pekerjaan yang dikerjakan sendiri. Mario Teguh pun takkan sanggup! Motivator yang tepat adalah diri sendiri. Sobat memilih blogging sebagai sebuah hobi dan bahkan pekerjaan, dan sekarang saat blogging sudah menjadi bagian dari aktivitas sobat, dibutuhkan kekuatan internal untuk terus mendorong sobat menjalani komitmen itu. Katakan pada diri sendiri betapa maha pentingnya blog bagi diri sobat dan orang lain. Saya sangat yakin, satu-satunya semangat yang dimiliki blogger adalah blognya itu sendiri. So, mengapa tidak menghormatinya? Sekali sobat memahami arti penting blog bagi diri sobat, ke-enam poin sebelumnya tidak akan menjadi halangan berarti sama sekali. Dan sekali sobat memahami betapa pentingnya fokus dalam blogging, tidak akan ada satupun yang dapat mengganggu aktivitas ngeblog sobat.
Yup, that's the point! Intinya adalah bagaimana kita dapat menghormati dan melaksanakan komitmen yang sudah dibuat. Mulai cintai blog sobat, dan sobat akan melihat betapa besar efek cinta sobat, baik dalam bentuk traffic yang berlimpah, readership yang tinggi, dan bahkan pendapatan yang meruah. Have a nice blogging, dudes!
© 2012 - 'til drop. budihaeruman.blogspot.com. All rights reserved.
Selasa, 22 Februari 2011
5 Tahap Perjalanan yang (Mungkin) Dialami Seorang Blogger
Blogging adalah hal yang menyenangkan, bukan? Apalagi jika dirasakan pada saat memulai, menjadi newbie. Wow, menakjubkan! Seperti halnya ketika kita mengikuti suatu organisasi atau ketika tumbuh dari bayi menjadi dewasa. Banyak tahapan yang dilalui. Suka duka, canda tawa, semangat dan putus asa. Pasti sangatlah berkesan. Di dunia blog pun demikian. Secara sadar maupun tidak, banyak proses yang telah dan akan dilalui, atau justru kandas sama sekali.
Apa saja tahapan itu? Mungkin ada sebagian yang dialami dan ada sebagian lain yang tidak dialami ataupun berbeda. Tetapi setidaknya, pasti ada poin-poin penting yang memiliki garis serupa. Tentu saja, tahapan tersebut tidak lepas dari pengalaman saya. Jadi mungkin ada banyak hal yang tidak sama persis. Yah, sekedar kilas balik dan mengenanglah, atau lebih tepatnya introspeksi dan mengingat apa yang dialami dan dipelajari. So, let's start the journey!
Tahap 1. Seorang yang Obsesif dan Bersemangat '45
Seorang bloggger newbie memiliki semangat yang membara. Ketika mulai tahu apa itu blog dan bagaimana dasar ngeblog, antusiasmenya terpantik dan suhu badannya naik (masuk angin kaleee), maksudnya bara api semangat untuk nge-blog sangatlah hebat. Dan pastinya, seorang blogger tahap ini bisa sangat menggila segila mungkin.
Contohnya nih, seorang newbie bisa saja membuat posting hingga 5 posting per hari! Ngebut abis! Bahkan ada juga yang bisa sampai 20 posting per hari. Hebat gak tuh? Sayangnya, yang 18 dari 20 itu co-pas! (Sobat begitu tidak?!) Selain itu, ngebutnya tidak cuma sampai di situ aja, seorang pada tahap ini memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi, dia sangat ingin mencoba segala hal, termasuk widget dan plugin. Dia mencoba untuk menguasai blognya, sebelum blognya menguasai dia (cieeee...). So, the adventure of browsing and searching are beginning. Google jadi tongkrongan pertama. Cari widget ini itu, plugin ini itu. Nah yang jadi masalah bukan nyarinya, tapi pas ketemu, semua dipake. Walhasil, semua jenis widget ada, dari popular post, widget related post yang bisa muter-muter tuh, recent post, widget chatting, gadget gamenya Google, widget free sms, gadget foto selebriti, widget foto pribadi, sampe widget jam yang segede jam mesjid pun ada, Semuanya dipasang (bahkan sampe desak-desakan karena tidak muat). "Wah, sip! Blog gue dah keren!".Walhasil, page-loading blognya berat banget.
Pada tahap ini, seorang blogger adalah pengamat yang jeli, mengamati blognya tiada henti. Dari atas ke bawah, dari bawah ke atas lagi. Excited banget lah!
Tahap 2. Seorang Pengamat Statistik Blog yang sangat Antusias
Seorang blogger pada tahap ini memiliki kesadaran dan keinginan tinggi untuk melihat seberapa banyak visitor dan pageview. Setiap 5 menit, dia akan selalu melihat stat counter atau visitor counter baik melalui widget maupun melalui fitur yang telah disediakan oleh situs platformnya. Dikit-dikit refresh, dikit-dikit refresh, meskipun ternyata belum bikin satu posting pun! Pernah pada suatu saat saya melonjak kegirangan, "Hore! Akhirnya telah ada 100 pengunjung yang mengunjungi blog gw!" Belakangan, saya baru nyadar kalo ternyata saya harus mengatur setting 'Don't track your own pageviews' pada statistik Blogger agar stats tidak ikut menghitung kunjungan si pemilik blog. So pasti, ternyata 100 pengunjung ataupun pageview itu ternyata adalah....... saya sendiri!
Ketika ada satu pengunjung atau pageview terlacak, motivasi terdorong lagi. Tetapi ketika tidak ada sama sekali, rasanya sangat frustrasi dan seolah-olah pengen bunuh diri. Inilah tahap yang berpengaruh, dimana seharusnya fokus utama adalah bagaimana membangun blog, membuat konsep (sesederhana apapun), dan mengisi dengan konten berkualitas, dengan penuh perhatian, serta tanpa memikirkan traffic pengunjung terlebih dahulu.
Tahap 3. Seorang yang Demam Making Money Online
Setelah mengetahui sedikit banyak tentang blogging (dan sebagian besar terbawa pada konsep monetisasi), si blogger mulai haus darah, eh....... maksudnya haus informasi tentang bagaimana cara making money online. Google kembali menjadi teman setia yang memberikan sumber informasi tentang bagaimana mendapatkan uang secara online yang banyak sekali jenisnya, mulai dari PPC, PTC, PPM, PPR, AAA, BBB, BBM, UKM, KB, TKW, PRT, KDRT, atau apapun itu. Segala jenis iklan mengenai itu dia lahap habis.
Kemudian dia mulai mengenal Google Adsense dan sangat terobsesi untuk mendapatkan. Jika cara ini tidak berhasil, maka dia akan mencari alternatif yang sejenis dan berbau "Adsense". Kemudian dia mulai membuang beberapa widgetnya dan memasang segala bentuk banner, strip ads, dan text link ads di seluruh bagian halaman blognya, header, post body, seluruh bagian sidebar, bahkan footer. Bahkan beberapa iklan sangat mengundang dan merayu dengan "blink-blink"nya yang menawan, aduhaiiiii......
Kemudian sang blogger mulai frustrasi, karena setelah dua-tiga bulan, yang didapat cuma 1 dollar saja. Dia kemudian mendapat akal untuk membuat iklan yang agak memaksa, seperti 'Bantulah saya untuk sekedar beli kado buat pacar' (Hehe, ga gitu banget kali ya). Ada juga yang pake trik pop up window, yang baru nutup kalo diklik iklannya. Tapi kebanyakan bukannya tambah pendapatan, malah pengunjungnya makin berkurang.
Kemudian sang blogger mulai frustrasi, karena setelah dua-tiga bulan, yang didapat cuma 1 dollar saja. Dia kemudian mendapat akal untuk membuat iklan yang agak memaksa, seperti 'Bantulah saya untuk sekedar beli kado buat pacar' (Hehe, ga gitu banget kali ya). Ada juga yang pake trik pop up window, yang baru nutup kalo diklik iklannya. Tapi kebanyakan bukannya tambah pendapatan, malah pengunjungnya makin berkurang.
Tahap 4. Seorang Pembelajar Tiada Akhir
Ini adalah tahap dimana antusiasme "sedikit" berkurang. Fokusnya bukan lagi pada menulis di blognya sendiri, tapi pada apa yang ditulis oleh orang lain. Hal ini berdampak bagus. Namun terkadang pula, dia sampai lupa menengok atau bahkan menulis di blog sendiri.
Dia mulai mencari-cari artikel tentang menulis blog, ide-ide menulis artikel blog, dan melihat-lihat killer post (artikel pembunuh, oops, maksudnya artikel yang menghasilkan traffic dan ketertarikan sangat tinggi) milik para narablog terkenal. Misalnya tentang "bagaimana menghasilkan jutaan rupiah dalam 1 hari", "cara menulis artikel yang disukai banyak orang tua maupun muda", dan lain sebagainya. Hingga akhirnya dia teringat kembali akan blognya dan dia ingin menulis. Tapi.....uaaaaahhhmmm, ternyata sudah jam 3 pagi. Besok sajalah. Good nite!
Tahap 5. Seorang Blogger yang "Bebas"
Ini adalah tahap dimana si blogger telah menyentuh sisi kedewasaan. Disebut demikian bukan karena blognya telah memiliki 100.000 pageview per hari, tetapi karena sang blogger tersebut telah memiliki kesadaran tinggi mengenai apa sebenarnya blogging itu.
Dia tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan blognya, tahu dan memahami pentingnya konten yang berkualitas, tahu faktor apa saja untuk menjaga kualitas blognya, serta mengetahui hal-hal yang tidak perlu dilakukan, tidak berguna, dan memberikan dampak buruk (termasuk resiko jika dia co-pas artikel blog lain tanpa ijin).
Sang blogger kini memahami betul bahwa blogging bukanlah tentang membuatnya, melupakannya, dan menghasilkan uang baginya ketika dia tidur. Apa yang ada di benaknya adalah mengembangkan blog yang bernilai dan bermanfaat bagi orang lain, mengembangkan dan meningkatkan kepercayaan serta menjalin komunikasi dengan pembacanya, menjaga konsistensi dan motivasi diri agar tidak menurun, dan terus merasa nyaman dan betah dengan blognya tanpa mengkhawatirkan hal lain. Based on the experience, inilah yang justru dapat menghasilkan sesuatu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan juga jumlahnya.
Bagaimana dengan sobat? Share your stories here. : p
Jumat, 11 Februari 2011
6 Tips Blog-ging yang Tidak WAJIB Dipatuhi dan Dipraktekkan
Judul diatas memang agak aneh. Bahkan ketika nanti artikel ini dibaca hingga selesai, mungkin ada komentar muncul: Artikel ini kok agak kurang ajar ya? So, let's start from the beginning and the points. Maaf jika nanti terlalu banyak kata 'saya' disini.
Setelah sekian waktu jalan-jalan di 'dunia search engine' untuk mengeksplorasi tips-tips blogging, saya temui banyak sekali pelajaran, diskursus, hingga perdebatan mengenai benar salahnya melakukan ini dan itu, antara dofollow dan nofollow, antara link farm hingga link juice, antara building link hingga Google sandbox, antara konten asli hingga curian, antara making money online hingga scam, dan masih banyak lagi. Semua serba mengharu biru dan penuh dengan kata-kata nasehat maupun umpatan.
Ada beberapa tips yang memberikan penjelasan yang matang, ada yang strict mengharuskan ini itu, ada yang bahkan tidak tahu harus menjawab apa ketika dibanjiri pertanyaan, ada yang tidak balas sama sekali, ada yang menawarkan penjualan link dengan harga 25 dollar/link ke situs ber-PR tinggi, ada yang menawarkan menjadi guest writer (penulis tamu), dan masih banyak lagi.
Dari beberapa hal di atas, ada beberapa point tips yang saya garis bawahi karena menimbulkan pertanyaan dan pertentangan pemikiran yang besar. Kemudian ada beberapa jawaban yang saya lemparkan pada sebagian tips tersebut:
1. Jadilah Penulis Tamu (Guest Writer/Post)
Dikatakan bahwa dengan menjadi seorang penulis tamu, kita akan lebih dikenal dan juga mendapatkan backlink serta traffic dari situs berkualitas di mana kita menulis. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah tidak bisa seorang blogger dan tulisannya dikenal melalui blognya sendiri? Bagi saya, tulisan saya adalah hak saya sepenuhnya; dan jika saya punya blog, mengapa saya harus menulis di tempat lain? Jika memang harus ada perjuangan untuk mempopularitaskan blog, maka melalui blog itu sendirilah perjuangan dimulai. Dari bawah, dari dasar. Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan backlink, adalah menulis artikel/konten yang berkualitas di blog sendiri. Dan saran saya: Jangan sia-siakan dan membuang karya dan kata-kata indah anda di tempat lain.
2. Fokuslah pada satu topik/tema (niche)
Salah satu tips blogging yang sering kita temui adalah menentukan topik blog agar terfokus dan tidak melenceng kemana-mana. Memang, cara ini bisa memfokuskan pada inti keywords dimana crawler sangat menyukai keywords yang tepat dan berkaitan (related). Tapi bagaimana jika niche dan keywords tersebut memiliki kompetitor yang banyak? Misalnya jika anda memfokuskan blog anda pada tips blogging saja, maka akan ada jutaan blog sebagai kompetitor. Sekuat-kuatnya suatu blog dalam SEO, ketika kompetitor jumlahnya jutaan, tetap saja persaingan akan sama besarnya. Dan sepanjang pengalaman sebagai 'pelanggan search engine', saya tidak hanya mengklik satu link saja atau berhenti di link teratas/halaman muka search engine. Setelah masuk ke suatu link dengan related keyword teratas, ada satu pertimbangan lain yang mungkin luput dari perhatian para penggila SEO: Konten dan penyajian. Boleh jadi suatu situs menang dalam suatu keywords, namun setelah pengunjung masuk dan membaca suatu artikel, dia akan merasakan suatu atmosfir, baik dari isi yang dapat ditangkap, diksi kata-kata, apakah kalimatnya membingungkan atau tidak, dan tentu saja apakah yang dicari dapat ditemukan disana. Intinya: nantinya pengunjung betah atau tidak? Apakah dia tertarik dengan artikel-artikel lain yang ditawarkan? Jika tidak, dia akan mencari yang lain. Dengan kata, lain bounce rate yang dihasilkan jadi terlalu tinggi.
Selain itu, saya menulis karena saya ingin menulis apapun yang menjadi pengalaman serta layak dibagi dan (semoga) bermanfaat. Sesuai dengan tujuan yang dibawa, saya ngeblog karena saya bergairah untuk menulis sesuatu yang dipelajari dari dunia nyata maupun maya. I blog because I want to blog. Mencari uang adalah hal kedua. Jika memang target anda untuk mencari uang, making money online, itupun tidak masalah. Selain itu, dari pengalaman, justru konten yang bermacam-macam akan memberi ragam dan warna pada blog. Sebagai contoh, tulisan tentang Spongebob yang dibuat pada 7 Januari secara tidak terduga telah memberikan traffic tertinggi, 10.209 pageviews (hingga saat artikel ini ditulis) hanya dalam waktu sebulan lebih sedikit menurut statistik Blogger (page counter yang baru dipasang pada pertengahan Januari). Saran: Tulislah apa saja, pengalaman ataupun pengetahuan anda yang menurut anda dapat dibaca, bermanfaat, ataupun menghibur orang lain.
3. Posting artikel setiap hari dan sebanyak mungkin.
Kita tahu bahwa konten adalah raja. Istilah ini membawa kita pada dua pemahaman: kualitas dan kuantitas. Acapkali saya sering menemui beberapa yang membabi buta dalam membuat posting, bahkan dalam sehari hingga 20 posting sekaligus, namun lambat laun frekuensinya berkurang dan dalam beberapa waktu posting hanya dilakukan beberapa kali dalam sebulan dan lama-lama menghilang. Tuntutan membuat posting sesering mungkin kadang membuat orang seperti kesetanan dan benar-benar kemasukan setan karena akhirnya untuk memenuhi kebutuhan posting dia terpaksa 'mengambil' artikel-artikel orang lain. Blog ini sudah sering menjadi korban orang-orang khilaf semacam itu. Jika memang ada bahan yang banyak dan siap ditulis, tidak masalah. Tapi kalau tidak ada, lebih baik tidak memaksa diri. Jika anda telah punya subscriber, patut dipertimbangkan lagi hal ini, karena subscriber akan dibanjiri terlalu banyak email setiap hari dan justru hal ini membuat tidak nyaman. Menurut saya menulis dalam interval tertentu lebih baik, karena tuntutan harus menulis sebanyak mungkin justru membuat stress. Padahal, menulis harusnya bisa membuat senang dan memberikan kenikmatan tersendiri. Menulis dalam kondisi yang baik pasti akan menghasilkan kualitas tulisan yang baik pula. Saran: Write because you wanna write.
3. Posting artikel setiap hari dan sebanyak mungkin.
Kita tahu bahwa konten adalah raja. Istilah ini membawa kita pada dua pemahaman: kualitas dan kuantitas. Acapkali saya sering menemui beberapa yang membabi buta dalam membuat posting, bahkan dalam sehari hingga 20 posting sekaligus, namun lambat laun frekuensinya berkurang dan dalam beberapa waktu posting hanya dilakukan beberapa kali dalam sebulan dan lama-lama menghilang. Tuntutan membuat posting sesering mungkin kadang membuat orang seperti kesetanan dan benar-benar kemasukan setan karena akhirnya untuk memenuhi kebutuhan posting dia terpaksa 'mengambil' artikel-artikel orang lain. Blog ini sudah sering menjadi korban orang-orang khilaf semacam itu. Jika memang ada bahan yang banyak dan siap ditulis, tidak masalah. Tapi kalau tidak ada, lebih baik tidak memaksa diri. Jika anda telah punya subscriber, patut dipertimbangkan lagi hal ini, karena subscriber akan dibanjiri terlalu banyak email setiap hari dan justru hal ini membuat tidak nyaman. Menurut saya menulis dalam interval tertentu lebih baik, karena tuntutan harus menulis sebanyak mungkin justru membuat stress. Padahal, menulis harusnya bisa membuat senang dan memberikan kenikmatan tersendiri. Menulis dalam kondisi yang baik pasti akan menghasilkan kualitas tulisan yang baik pula. Saran: Write because you wanna write.
4. Gunakan Advertising untuk Mempromosikan Blog
Salah satu tips yang saya temui dalam tips-tips untuk mempopulerkan blog dan menarik traffic besar adalah dengan menggunakan jasa periklanan internet. Seringkali dibalik anchor text di postingan memuat link-link advertising yang ditawarkan. Memang, dengan cara ini, traffic akan meningkat pesat, namun sejalan dengan waktu, akan kembali surut, dan anda harus merogoh kocek lagi untuk memperpanjang masa tayang iklan. I prefer saying 'no' to advertisments such as Google Adwords and Facebook Adverts. Masih banyak media lain untuk berpromosi tanpa mengeluarkan biaya. Lebih baik menyimpan uang dan menanti pembayaran yang kesekian kalinya dari kumpulblogger.com. Dan lagi-lagi, ternyata telah terbukti bahwa kontenlah yang membuat pengunjung awet atau tidak.
5. Gunakan Domain Root dan Hosting sendiri agar terlihat profesional.
Masih menjadi pertanyaan besar mengenai konteks kata professional blogging. Apakah professional look, professional name, atau professional content, ataukah gabungan ketiganya? Seringkali kita mendapat tips bahwa nama domain yang rootnya mentok, alias domain sendiri, terlihat lebih professional. Namun, pada kenyataannya, ada banyak blog sub-domain pada blogspot telah memiliki Alexa rank yang tidak main-main. Silakan search di alexa dengan keyword 'blogspot.com' dan anda akan tercengang melihat bahwa banyak yang masuk ke 100.000 besar, bahkan ada yang di 100 besar. Sebagai contoh adalah 'Guesshermuff.blogspot.com' yang nangkring di rangking 13.000an. Menurut saya, memiliki identitas subdomain blog tidak jelek-jelek amat, karena justru identitas kata blog itulah yang menguatkan konsep blog itu sendiri. Meskipun memiliki domain sendiri tentu saja hal yang lebih bagus. Namun, lebih baiknya, tidak usah terforsir apalagi memaksakan diri membeli domain. Selain itu, jika anda masih memiliki subdomain namun telah memiliki traffic yang bagus, anda harus berpikir dua kali jika anda harus pindah domain karena membangun traffic dari awal lagi bukal hal yang mudah. Saran: Perkuatlah domain dengan terus memperbaiki konten dan desain serta membangun link.
6. Jadilah diri sendiri
Seringkali terjadi miskonsepsi mengenai jargon 'be yourself'. Sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk menulis tentang diri sendiri, misalnya tentang apa yang dilakukan kemarin, tadi pagi makan apa, tar malem mau kemana, dan menyamakan blog seperti Facebook. Bukan berarti hal ini dilarang. Namun, jika anda ingin traffic, tentu saja suatu konten harus memiliki manfaat bagi pembaca, meskipun itu pengalaman pribadi sesederhana apapun, konteks ini tentu sangat berbeda dengan yang sebelumnya disebutkan. Boleh jadi hal pribadi akan menjadi hal yang sangat menyenangkan dan menghibur, seperti cerita Raditya Dika. Namun itu tidak semata-mata pribadi dan bersifat narsistik. Dalam suatu dialog blogging bulan November 2010 di Solo, dia mengungkapkan bahwa banyak sekali hiperbola yang dia tambahkan untuk membangun cerita, dan bisa dibilang itu memang sebuah naskah cerita humor. Menulis diri sendiri juga tidak akan menjadi masalah besar jika anda adalah orang yang terkenal, artis misalnya atau karena memang ditujukan sebagai blog personal untuk curhat anda. Menjadi diri sendiri menurut pemahaman saya adalah menulis dan ngeblog dengan cara yang khas serta membangun penuturan dua arah yang seolah-olah langsung, misalnya seperti SAYA yang sedang berbicara dengan ANDA saat ini. Selain itu, menjadi diri sendiri ketika ngeblog berarti menggunakan pengalaman sendiri yang telah ditemui dan dan benar-benar dipahami sebagai bahan/topik tulisan. Konteks original dan esensial bisa dimasukkan ke dalamnya. Saran: Ya. sama juga sih... Be yourself. :P
mencuri adalah pekerjaan pengecut! © budihaeruman.blogspot.com
Salah satu tips yang saya temui dalam tips-tips untuk mempopulerkan blog dan menarik traffic besar adalah dengan menggunakan jasa periklanan internet. Seringkali dibalik anchor text di postingan memuat link-link advertising yang ditawarkan. Memang, dengan cara ini, traffic akan meningkat pesat, namun sejalan dengan waktu, akan kembali surut, dan anda harus merogoh kocek lagi untuk memperpanjang masa tayang iklan. I prefer saying 'no' to advertisments such as Google Adwords and Facebook Adverts. Masih banyak media lain untuk berpromosi tanpa mengeluarkan biaya. Lebih baik menyimpan uang dan menanti pembayaran yang kesekian kalinya dari kumpulblogger.com. Dan lagi-lagi, ternyata telah terbukti bahwa kontenlah yang membuat pengunjung awet atau tidak.
5. Gunakan Domain Root dan Hosting sendiri agar terlihat profesional.
Masih menjadi pertanyaan besar mengenai konteks kata professional blogging. Apakah professional look, professional name, atau professional content, ataukah gabungan ketiganya? Seringkali kita mendapat tips bahwa nama domain yang rootnya mentok, alias domain sendiri, terlihat lebih professional. Namun, pada kenyataannya, ada banyak blog sub-domain pada blogspot telah memiliki Alexa rank yang tidak main-main. Silakan search di alexa dengan keyword 'blogspot.com' dan anda akan tercengang melihat bahwa banyak yang masuk ke 100.000 besar, bahkan ada yang di 100 besar. Sebagai contoh adalah 'Guesshermuff.blogspot.com' yang nangkring di rangking 13.000an. Menurut saya, memiliki identitas subdomain blog tidak jelek-jelek amat, karena justru identitas kata blog itulah yang menguatkan konsep blog itu sendiri. Meskipun memiliki domain sendiri tentu saja hal yang lebih bagus. Namun, lebih baiknya, tidak usah terforsir apalagi memaksakan diri membeli domain. Selain itu, jika anda masih memiliki subdomain namun telah memiliki traffic yang bagus, anda harus berpikir dua kali jika anda harus pindah domain karena membangun traffic dari awal lagi bukal hal yang mudah. Saran: Perkuatlah domain dengan terus memperbaiki konten dan desain serta membangun link.
6. Jadilah diri sendiri
Seringkali terjadi miskonsepsi mengenai jargon 'be yourself'. Sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk menulis tentang diri sendiri, misalnya tentang apa yang dilakukan kemarin, tadi pagi makan apa, tar malem mau kemana, dan menyamakan blog seperti Facebook. Bukan berarti hal ini dilarang. Namun, jika anda ingin traffic, tentu saja suatu konten harus memiliki manfaat bagi pembaca, meskipun itu pengalaman pribadi sesederhana apapun, konteks ini tentu sangat berbeda dengan yang sebelumnya disebutkan. Boleh jadi hal pribadi akan menjadi hal yang sangat menyenangkan dan menghibur, seperti cerita Raditya Dika. Namun itu tidak semata-mata pribadi dan bersifat narsistik. Dalam suatu dialog blogging bulan November 2010 di Solo, dia mengungkapkan bahwa banyak sekali hiperbola yang dia tambahkan untuk membangun cerita, dan bisa dibilang itu memang sebuah naskah cerita humor. Menulis diri sendiri juga tidak akan menjadi masalah besar jika anda adalah orang yang terkenal, artis misalnya atau karena memang ditujukan sebagai blog personal untuk curhat anda. Menjadi diri sendiri menurut pemahaman saya adalah menulis dan ngeblog dengan cara yang khas serta membangun penuturan dua arah yang seolah-olah langsung, misalnya seperti SAYA yang sedang berbicara dengan ANDA saat ini. Selain itu, menjadi diri sendiri ketika ngeblog berarti menggunakan pengalaman sendiri yang telah ditemui dan dan benar-benar dipahami sebagai bahan/topik tulisan. Konteks original dan esensial bisa dimasukkan ke dalamnya. Saran: Ya. sama juga sih... Be yourself. :P
mencuri adalah pekerjaan pengecut! © budihaeruman.blogspot.com
Jumat, 07 Januari 2011
8 Film Yang Menginspirasi Dunia Pendidikan, Pengajar, dan Murid (Online Links)
Berikut ini 8 film yang bisa mengilhami, mengingatkan tentang pentingnya pekerjaan pendidik, dan membuat para pengajar bangga dan terinspirasi.

1. Stand and Deliver (1987) Film klasik yang menggambarkan pentingnya peran guru dalam masyarakat saat ini. Pesan yang dapat ditangkap adalah: bahwa seorang guru tidak pernah percaya bahwa siswa tidak dapat belajar. Edward James Olmos, dalam kisah nyata ini, berperan sebagai Jaime Escalante, seorang guru yang memiliki set view yang jauh lebih tinggi terhadap konsep pendidikan yang revolusioner, hingga usahanya mampu membuat muridnya lulus ujian AP Calculus. Lihat saja filmnya untuk melihat sisi menarik lainnya.
Link Free Online Watch nya:

2. Dangerous Minds (1995) Film ini menceritakan tentang pengajaran Bahasa Inggris di suatu sekolah di sebuah kota yang keras, Michelle Pfeiffer berperan sebagai seorang guru bernama LouAnne Johnson, guru bahasa Inggris yang dapat meraih simpati siswa-siswanya, yang sebelumnya dicap sebagai the "unteachable" students, melalui perhatian dan pemahaman yang mendalam. Dangerous Minds tidak jatuh ke dalam sentimentalitas picisan, namun mengajarkan kita tentang pentingnya membuat pilihan kita sendiri dan tidak membiarkan keadaan menjadi raja yang terus menghantui masa depan kita. Kaitannya dengan bahasa inggris, Film ini banyak mengajarkan kepada saya bahwa mengajar bahasa bukan semata suatu pengajaran teknis, tetapi juga pengajaran rasa, karena bahasa adalah suatu alat komunikasi antar manusia yang indah dan tidak ada bandingannya.
Link Free Online Watch-nya:

3. Lean on Me Morgan Freeman memainkan Joe Clark, Seorang Kepala sekolah yang memiliki tugas berat untuk membawa disiplin tinggi dan kemauan belajar pada para siswa Eastside High School di New York. Sementara kasusnya adalah ia tidak selalu sepemahaman dengan para guru lain, dimana menurutnya akan sangat menyenangkan jika seorang Kepala Sekolah lebih menekankan pentingnya disiplin dan pembelajaran di sekolah . Film ini menunjukkan pentingnya memiliki kepemimpinan yang kuat dan tegas.
Link Video Online-nya:
4. Mr Holland's Opus Film ini sangat berkesan dan memberikan semua guru harapan dan pemikiran bahwa sesungguhnya mereka benar-benar berdampak pada siswa mereka. Richard Dreyfuss adalah adalah seorang musisi / komposer yang harus mengambil pekerjaan sebagai pengajar untuk mendukung ekonomi keluarganya. Link Online-nya:
5. Dead Poet's Society Robin Williams memberikan kinerja yang mengagumkan sebagai guru bahasa Inggris yang sama sekali tidak konvensional dalam sebuah sekolah swasta yang sangat konvensional (baca konservatif). Kasih sayang tulusnya dan inspirasi metode pengajarannya memiliki dampak yang besar pada murid-muridnya.Selanjutnya, Pembacaan puisi oleh Williams terkesan sangat menakjubkan.
Link Online-nya:

6.To Sir With Love Diproduksi pada tahun 1967, film ini bercerita tentang Sidney Poitier. Certa di dalamnya banyak memberi inspirasi buat kita tentang bagaimana mengajar pada masa kini. Poitier mengambil posisi mengajar di sebuah sekolah di pinggiran London yang keras guna melunasi tagihan hutangnya yang menumpuk. Menyadari bahwa murid-muridnya perlu diajarkan pelajaran hidup yang lebih penting daripada kurikulum yang telah ada, dia melempar keluar semua rencana pembelajaran konvensional yang telah ia susun dan membuat pengaruh yang nyata dan luar biasa terhadap kehidupan pribadi para muridnya itu. Hmmm, Very inspiring!
Berikut link online:
7. The Miracle Worker
| Noun | 1. | miracle worker - a person who claims or is alleged to perform miracle (orang yang mengaku atau diduga mampu menghadirkan keajaiban) |
Sebuah film yang cukup classic (1962) yang menceritakan tentang keajaiban dalam pengajaran. Anne Bancroft berperan sebagai Annie Sullivan yang menggunakan 'kasih keras' kepada Helen Keller, yang buta dan tuli, yang dimainkan oleh Patty Duke. Sangat sedikit orang dapat menonton adegan-adengan dalam film ini tanpa mengalami rasa kemenangan dan kelegaan. Film ini memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya keteguhan hati. Baik Bancroft dan Duke memenangkan Academy Award untuk film ini.Link Online-nya:
Belum ada, coba anda cari dulu, tapi kalo benar-benar tidak ada akan saya upload file offline-nya. (^^)

8. Renaissance Man Kinerja Danny DeVito sebagai guru dari 'Double-D's' sangatlah mengagumkan, guru yang humoris dan inspiratif . Apa yang tampaknya hanya sebagai sebuah komedi ringan, namun sebenarnya dibalik itu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Karakter yang dibawa DeVito membuktikan bahwa William Shakespeare memiliki banyak pemikiran, pelajaran, dan inovasi untuk mengajar siswa-siswanya. Renaissance Man pada akhirnya mengajarkan pelajaran hidup yang penting tentang tanggung jawab dan pembentukan karakter.
Link online:
ada beberapa part di youtube, ikuti aja dari part 1-nya:
Itu film-film yang menurut saya patut diacungi jempol karena memberi inspirasi yang besar khususnya di dalam dunia pendidikan. Bagaimana menurut anda?
Posted in: MotivasiJumat, 31 Desember 2010
Perenungan Di Ambang Pergantian Rotasi Waktu
Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....
Tik....tik.....tik.....
Selirih bunyinya, setajam rasanya
ketika melihat dentuman waktu terhela
Hey!
Detik, jam, hari, minggu, bulan, dan....tahun
Melintas bagai cahaya, berranjak di dalam lamun
Ini tahun hampir berlalu
Matahari segera kembali ke awal baru
Tengok ke belakang
Tawakah?
Lepaskan, lampiaskan
Tangiskah?
Sesalkan, isakkan
Tengok hari ini
Puaskah?
Banggakan, Teruskan
Kecewakah?
Lupakan, tinggalkan
Tengoklah ke depan!
Bulir-bulir embun baru berjatuhan
Kesegaran asa segera menjelang
Rencanakan, persiapkan!
Langkahkan, perjuangkan!
Sesungguhnya hidup adalah untuk berjalan melewati reruntuhan
Dan menulis kembali peta yang telah luntur serta berserakan
Selamat Tahun Baru, Kawan!!
Rabu, 22 Desember 2010
Deja Vu: Mimpi Atau Kenyataan ya?
Sepertinya kata deja vu sudah tidak begitu asing bagi telinga kita. Bahkan kita tidak jarang membicarakan fenomena ini dengan teman-teman kita. Suatu ketika, dalam suatu kesempatan, mungkin kita atau salah satu dari teman kita nyeletuk, "Eh, tau gak, rasanya kok aku kaya udah pernah ngalamin ini ya sebelumnya. Persis banget loh! Aku kaya udah pernah duduk persis di kursi ini, kamu di depanku,,dan kita juga lagi ngobrolin topik ini. Kok bisa ya?!" Pernahkah mengalami hal serupa?
Frase kata deja vu merupakan kata-kata bahasa Perancis, yg secara terminologis memiliki arti "pernah melihat". Secara umum kata ini diasosiasikan sebagai sebuah perasaan aneh (atau bisa dibilang mistis) bahwa seseorang pernah merasa berada dalam sebuah tempat & melakukan sesuatu yg sama sebelumnya. Perasaan akrab serta mengenal betul suatu keadaan, tempat, atau kejadian ini muncul setelah seseorang mengalami keadaan yg sama persis di satu waktu tertentu. Orang tersebut kemudian merasa ada yg janggal karena seharusnya kejadian tersebut hanya dialami sekali ketika dia terlibat langsung secara fisik & secara nyata.
Pernahkah anda pergi ke suatu tempat baru lalu tiba-tiba merasa bahwa anda pernah ke tempat tersebut sebelumnya? Pernahkah anda ketika sedang berbicara suatu hal lalu tiba-tiba terlintas di pikiran anda bahwa anda merasa pernah membicarakan hal itu sebelumnya dalam suatu keadaan yang sama?
Fenomena ini bersifat visioner, yaitu penglihatan atas sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Mungkin banyak dari kita yg menganggapnya sebagai mimpi sekilas, sehingga kemudian kita melupakanya begitu saja. Lalu, ingatan itu kembali muncul setelah kita mengalami kejadian yg sama.
Beberapa ahli yg secara khusus meneliti subjek ini menyebutkan bahwa fenomena deja vu, yg terjadi secara spontan dan tidak dapat ditebak kedatangannyai, adalah suatu pengalaman dari kehidupan di masa lalu. Perasaan bahwa anda pernah merasa berada di suatu tempat yang sama, meskipun secara fisik anda baru ke tempat itu untuk pertama kalinya, secara sederhana memberi pemikiran bahwa 'seseorang' memang PERNAH kesana sebelumnya.
Kejadian dalam ingatan tersebut bisa saja hal yg baru terjadi beberapa menit yang lalu, di masa kecil, atau di kehidupan-kehidupan sebelumnya.
Pernahkah sobat berkenalan dengan seseorang, lalu beberapa menit kemudian lupa namanya? Hal ini terjadi karena kita memang tidak benar-benar memberi perhatian penuh. Nah, secara logika fenomena de javu dilihat seperti hal tersebut, yaitu sesuatu yg tidak benar-benar diberi perhatian serta diselesaikan pada kehidupan yg lalu, kemudian muncul kembali sebagai suatu ingatan akan peristiwa yg sama.
Terlepas dari apakah kita percaya atau tidak dengan adanya kehidupan masa lalu, de javu adalah fenomena nyata dalam kehidupan kita. Berarti, kita sebagai manusia sebenarnya memiliki suatu kemampuan yg sangat hebat. Deja vu kadang memang bisa dianggap sebagai hal tidak penting dan segera kita lupakan. Namun, bisa jadi, deja vu yg lain adalah suatu pertanda atau warning untuk kita agar kita bisa segera mengambil sikap dalam menghindarihal buruk yg akan terjadi di saat setelah kita mengalami keadaan yg sama.
Nah, bagaimana dengan sobat? Sudah siapkah mengeksplor dan berpetualang dengan deja vu?
Pernahkah anda pergi ke suatu tempat baru lalu tiba-tiba merasa bahwa anda pernah ke tempat tersebut sebelumnya? Pernahkah anda ketika sedang berbicara suatu hal lalu tiba-tiba terlintas di pikiran anda bahwa anda merasa pernah membicarakan hal itu sebelumnya dalam suatu keadaan yang sama?
Fenomena ini bersifat visioner, yaitu penglihatan atas sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Mungkin banyak dari kita yg menganggapnya sebagai mimpi sekilas, sehingga kemudian kita melupakanya begitu saja. Lalu, ingatan itu kembali muncul setelah kita mengalami kejadian yg sama.
Beberapa ahli yg secara khusus meneliti subjek ini menyebutkan bahwa fenomena deja vu, yg terjadi secara spontan dan tidak dapat ditebak kedatangannyai, adalah suatu pengalaman dari kehidupan di masa lalu. Perasaan bahwa anda pernah merasa berada di suatu tempat yang sama, meskipun secara fisik anda baru ke tempat itu untuk pertama kalinya, secara sederhana memberi pemikiran bahwa 'seseorang' memang PERNAH kesana sebelumnya.
Kejadian dalam ingatan tersebut bisa saja hal yg baru terjadi beberapa menit yang lalu, di masa kecil, atau di kehidupan-kehidupan sebelumnya.
Pernahkah sobat berkenalan dengan seseorang, lalu beberapa menit kemudian lupa namanya? Hal ini terjadi karena kita memang tidak benar-benar memberi perhatian penuh. Nah, secara logika fenomena de javu dilihat seperti hal tersebut, yaitu sesuatu yg tidak benar-benar diberi perhatian serta diselesaikan pada kehidupan yg lalu, kemudian muncul kembali sebagai suatu ingatan akan peristiwa yg sama.
Terlepas dari apakah kita percaya atau tidak dengan adanya kehidupan masa lalu, de javu adalah fenomena nyata dalam kehidupan kita. Berarti, kita sebagai manusia sebenarnya memiliki suatu kemampuan yg sangat hebat. Deja vu kadang memang bisa dianggap sebagai hal tidak penting dan segera kita lupakan. Namun, bisa jadi, deja vu yg lain adalah suatu pertanda atau warning untuk kita agar kita bisa segera mengambil sikap dalam menghindarihal buruk yg akan terjadi di saat setelah kita mengalami keadaan yg sama.
Nah, bagaimana dengan sobat? Sudah siapkah mengeksplor dan berpetualang dengan deja vu?
Senin, 13 Desember 2010
Motivasi: Menyusun & Merangkai Langkah Masa Depan
Setiap pribadi adalah unik. Setiap pribadi adalah menarik. Bahkan ketika kita melihat diri kita sebagai jiwa yang lelah, masih ada celah pemantik: hati yang selalu bersenandung dalam perih yang menggigit.
Semua ada setapaknya, dengan liku yang tak berbatas, dengan lebar yang tak terukur, dengan lubang yang tak terduga.
Namun pasti ada penunjuknya.
Jiwa yang lelah bukan berarti jiwa yang sakit. Hanya sekedar terhimpit. Oleh naluri menyerah dan meringkuk dalam sempit. Namun hati selalu mampu berkelit, meskipun dalam keadaan tersulit.
Yakinlah! Bahwa semua yang telah dilalui adalah fase penyempurnaan. Jiwa yang lelah adalah jalan menuju kesempurnaan, karena kelelahan adalah hasil dari usaha yang tak terkira untuk menjauhi ketidaksempurnaan.
Kawan, langkah kaki yang terseok bukanlah akhir. Mata yang berkunang bukanlah samir. Itu hanyalah cobaan sebutir.
Yakinlah! bahwa jiwa adalah kekal, dan bernaung mimpi adalah awal.
Bermimpi selalu membuat kita terjaga, akan cita yang senantiasa menyapa.
Tak bermimpi berarti tak bernyawa. Hanya menghadang serbuan nasib tanpa daya.
Sedangkan gagal adalah anak tangga; dan gagal adalah indikator otomatis dari Tuhan bahwa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Karena, kegagalan adalah penunjuk adanya usaha, dan ketidakgagalan adalah penunjuk miskinnya usaha.
Lihatlah, tangan mu masih terkepal! Bersiap untuk mendobrak ruang sesal.
Matamu masih berkilat cahaya! Berani untuk menantang tatapan luka.
Dan yakinlah........bahwa selalu ada jiwa yang menebar harum
selalu ada ruang yang membuatmu kagum
selalu ada pelajaran yang bisa terangkum
untuk membuatmu melangkah dalam senyum.....
Slo, Des 13 '10. Azmee.
Semua ada setapaknya, dengan liku yang tak berbatas, dengan lebar yang tak terukur, dengan lubang yang tak terduga.
Namun pasti ada penunjuknya.
Jiwa yang lelah bukan berarti jiwa yang sakit. Hanya sekedar terhimpit. Oleh naluri menyerah dan meringkuk dalam sempit. Namun hati selalu mampu berkelit, meskipun dalam keadaan tersulit.
Yakinlah! Bahwa semua yang telah dilalui adalah fase penyempurnaan. Jiwa yang lelah adalah jalan menuju kesempurnaan, karena kelelahan adalah hasil dari usaha yang tak terkira untuk menjauhi ketidaksempurnaan.
Kawan, langkah kaki yang terseok bukanlah akhir. Mata yang berkunang bukanlah samir. Itu hanyalah cobaan sebutir.
Yakinlah! bahwa jiwa adalah kekal, dan bernaung mimpi adalah awal.
Bermimpi selalu membuat kita terjaga, akan cita yang senantiasa menyapa.
Tak bermimpi berarti tak bernyawa. Hanya menghadang serbuan nasib tanpa daya.
Sedangkan gagal adalah anak tangga; dan gagal adalah indikator otomatis dari Tuhan bahwa kita semakin dekat dengan keberhasilan. Karena, kegagalan adalah penunjuk adanya usaha, dan ketidakgagalan adalah penunjuk miskinnya usaha.
Lihatlah, tangan mu masih terkepal! Bersiap untuk mendobrak ruang sesal.
Matamu masih berkilat cahaya! Berani untuk menantang tatapan luka.
Dan yakinlah........bahwa selalu ada jiwa yang menebar harum
selalu ada ruang yang membuatmu kagum
selalu ada pelajaran yang bisa terangkum
untuk membuatmu melangkah dalam senyum.....
Slo, Des 13 '10. Azmee.
Posted in: Motivasi
08.00
konsultan













